TUTORIAL mahasiswa

Perilaku Organisasi, Model, Peluang dan Tantangan

Amir Tengku Ramly

Pengertian Perilaku Organisasi

            Menurut Wibowo (2013:1) perilaku organisasi berkaitan dengan bagaimana orang bertindak dan bereaksi dalam semua jenis organisasi.  Banyak perbedaan para pakar dalam pendapatnya tentang arti dari Perilaku organisasi.  Beberapa pendapat pakar adalah sebagai berikut:

  • Robbins & Judge (2011:43) suatu bidang studi ilmu yang mempelajari dampak perseorangan, kelompok dan organisasi pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan untuk memperbaiki organisasi.
  • Greenberg & Baron (2003:4) suatu bidang ilmu yang mencari peningkatan pengetahuan dari semua aspek perilaku dalam pengaturan organisasional melalui penggunaan metode saintifik.
  • Colquitt, LePine, Wesson (2011:7)  suatu bidang studi yang dicurahkan untuk memahami, menjelaskan dan akhirnya memperbaiki sikap dan perilaku individu dan kelompok dalam organisasi.
  • Kreitner & Kinicki (2010:5)  suatu bidang yang bersifat interdisiplin yang didedikasikan untuk memahami lebih baik dan mengelola orang di pekerjaan.
  • Mc Shane & Von Glinow (2010:4) studi tentang apa yang orang pikirkan, rasakan, dan lakukan di dalam dan sekitar organisasi.
  • Tyagi (2000:2) suatu studi tentang perilaku manusia dalam pengaturan organisasi, hubungan antar individu dengan organisasi, dan organisasi itu sendiri.

Jadi sesunggunya apa yang dimaksudkan dengan Perilaku organisasi?  Beberapa hal yang terkait dengan hal tersebut adalah (1) perilaku organisasi merupakan suatu bidang ilmu, (2) perilaku organisasi sebagai ilmu bersifat interdisiplin, (3) kondisi Individu (4) team work, dan (5) kinerja organisasi.  Setiap definisi yang dirumuskan maka setidaknya 5 unsur tersebut terdapat didalamnya.

Mengapa diperlukan ilmu studi Perilaku organisasi? Setidaknya menurut Vecchio (1995:4) ada 3 alasan utama mengapa perlu mempelajari perilaku organisasi, yaitu:

  • Practical applications

Secara praktis perilaku organisasi sangat dibutuhkan karena berkenaan dengan pengembangan gaya kepemimpinan, pemilihan strategi dalam mengatasi masalah, seleksi pekerjaan, peningkatan kinerja, karir, dan lain sebagainya.

  • Personal Growth

Memahami teori perilaku organisasi akan membawa untuk mampu memahami orang lain, tim kerja dan tim organisasi yang efektif.  Memahami perilaku organisasi akan membawa seseorang juga untuk memahami ilmu-ilmu pendukungnya yang memberi pengetahuan diri dan wawasan personal yang lebih luas.

  • Increased Knowledge

Perilaku organisasi dapat menggabungkan pengetahuan tentang manusia dan pekerjaan.  Studi perilaku organisasi akan membantu setiap orang untuk berpikir tentang masalah-masalah terkait pengalaman kerja dan kemampuan menganalisa perilaku individu, tim kerja maupun kinerja organisasi.

Model Perilaku Organisasi

Para pakar sepakat ada 3 tingkatan analisis  yang dipergunakan dalam perilaku organisasi, yaitu proses individu, kelompok dan organisasional, seperti digambarkan model dibawah ini.

Gambar 1: Tingkat Analisis dan Model Dasar Perilaku manusia. Sumber: Robbins & Judge, Perilaku Organisasi (2011)

Robbins dan Judge (2011:63) menggambarkannya secara lebih rinci, mulai tingkat individu, tingkat kelompok dan tingkat organisasi, sebagai berikut:

Gambar 2. Model Perilaku Organisasi. Sumber: Robbins & Judge, Perilaku Organisasi, 2011.

Sedangkan menurut McShane & Von Glinow dalam Wibowo (2013:10) merumuskan perilaku individu sebagai model MARS sebagai berikut:

Gambar 3. Model MARS Perilaku Individu.  Sumber: Wibowo , Perilaku dalam Organisasi, 2013

Model MARS menjelaskan bahwa motivation mencerminkan kekuatan dalam diri yang akan mempengaruhi direction, intensity dan persistence seseorang dalam perilaku sukarela. Ability merupakan natural aptitudes, kecerdasan alamiah, dan learned capabilities yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu masalah.  Role Perception merupakan tingkatan dimana orang memahami tugas pekerjaan atau peran yan ditugaskan. Situational factors merupakan kondisi diluar control langsung pekerja yang membatasi atau memfasilitasi perilaku dan kinerja.

Menurut teori McShane dan Von Glinov, keempat elemen MARS tersebut mempengaruhi secara sukarela semua perilaku di tempat pekerjaan dan hasil kinerja seseorang.  Elemen ini dengan sendirinya dipengaruhi oleh perbedaan individual lainnya.

Peluang dan Tantangan

Menurut Robbins & Judge (2011: 49) beberapa peluang dan tantangan para manajer dalam menggunakan perilaku organisasi, adalah:

  • Responding to Economic Pressures
  • Responding to Globalization
  • Managing Workforce Diversity
  • Improving Customer Service
  • Improving People Skill
  • Stimulating Innovation and Change
  • Coping With Temporariness
  • Working in Networked Organizations
  • Helping Employees Balance Work-Life Conflicts
  • Creating a Positive Work Environment
  • Improving Ethical Behaviour

Referensi

Gibson, Ivancevich, & Donnelly. (1996). Organisasi, Perilaku, Struktur, Proses Edisi 8. Jakarta: Binarupa Aksara.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2011). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.

Wibowo. (2013). Perilaku dalam Organisasi. Jakarta: RajaGrafindo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s