kinerja · TUTORIAL mahasiswa

STRATEGI MSDM INDONESIA MENUJU COMPETITIVE ADVANTAGE

Arus globalisasi telah menyebabkan negara-negara di dunia menyatu dalam sebuah global village sehingga terjadi suatu homogenisasi budaya yang mengabaikan identitas parsial bangsa-bangsa (Media Indonesia Online, 2007). Globalisasi juga telah menyebabkan masyarakat dunia masuk ke dalam kehidupan dengan arus informasi dan perubahan yang super cepat. Akhirnya untuk dapat beradaptasi dengan perubahan  tersebut, tiap bangsa dituntut memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Globalisasi akan berdampak negatif pada suatu bangsa apabila tidak memiliki SDM yang berkualitas.

Kondisi Indonesia sendiri suka tidak suka mau tidak mau harus masuk dalam perubahan arus globalisasi. Semua pakar dan ahli manajemen mensyaratkan kualitas SDM yang kompeten di era global ini. Suatu bangsa akan siap dan tidak akan tergilas arus negatif globalisasi jika kompetensi SDM nya baik. Disinilah letak kelemahan bangsa Indonesia dalam menghadapi globalisasi. SDM bangsa Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara-negara lainnya.  Memang tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi telah menghasilkan banyak perubahan positif dalam berbagai bidang kehidupan bangsa Indonesia, yang tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, yaitu antara lain kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), pertumbuhan ekonomi, peningkatan kecanggihan sarana komunikasi dan sebagainya. Akan tetapi kita juga harus berani melihat dari sudut pandang lain dan mengakui secara jujur bahwa globalisasi juga telah menimbulkan berbagai dampak negatif yang pada akhirnya akan merugikan bangsa Indonesia sendiri.

Dampak negatif yang terjadi akibat globalisasi tersebut secara umum dapat dikelompokkan dalam 3 (tiga) bidang (Krisnamurti, 2004), yaitu sebagai berikut:

  1. Dalam bidang sosial

Dari situ akan terformat masyarakat kompetitif, sehingga persaingan antar individu akan memuncak. Namun tumbuhnya sikap individualisme tersebut telah mengakibatkan kemampuan berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat pada sebagian besar masyarakat Indonesia semakin jauh menurun.

  1. Dalam bidang ekonomi

Globalisasi dengan arus informasi yang semakin mengglobal telah membawa “angin segar” bagi konsumerisme untuk tumbuh subur pada masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Tingkat konsumsi menjadi meningkat dan kemampuan produksi (produktifitas) semakin menurun.

  1. Dalam bidang budaya

Bidang atau segi budaya adalah segi yang paling rentan terkena dampak negatif globalisasi. Dampak negatif tersebut lebih jauh akan mempengaruhi pola berpikir dan bertindak bangsa Indonesia secara keseluruhan. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa dampak negatif globalisasi dalam bidang ekonomi adalah meningkatnya sikap konsumerisme.

Menuju keunggulan kompetitif di era global ini, masyarakat Indonesia harus melakukan pergeseran basis keunggulan kompetitif bangsa itu sendiri yakni dari   orientasi   Pasar yang diproteksi dan deregulasi; monopoli dan oligopoli; economies of scale; akses ke sumber finansial; teknologi proses dan produk  ke Competence-based asset (intelectual and social capital), seperti kreatif, inovatif, pembelajaran organisasional dan kapabilitas.  Jadi peran SDM yang kompeten harus dikedepankan.  Dengan tantangan yang semakin kompleks tersebut maka peran MSDM untuk bisa meraih keunggulan kompetitif tidak hanya berfungsi menangani masalah personalia saja namun harus bisa menjadi pelopor dalam menghadapi lingkungan yang selalu berubah. Menurut Ulrich (1997) terdapat empat peran baru yang harus dimainkan MSDM untuk dapat membentuk perusahaan yang mempunyai keunggulan  kompetitif.  Peran-peran tersebut dapat dilihat dalam Gambar 3 di bawah ini.

 

 

Strategic partner

Peran MSDM Indonesia sebagai partner startegis artinya MSDM Indonesia dituntut untuk memiliki kemampuan menterjemahkan visi, dan misi serta strategi bisnis ke dalam kebijakan strategi  SDM.

Administrative expert

Berperan sebagai ahli adminitrasi MSDM memberikan design dan melayani system MSDM  yang efisien dan efektif, proses dan pelaksanaannya. Meliputi system seleksi, training, pengembangan, penghargaan tenaga kerja , promosi serta pengelolaan SDM yang lain.

 Employee Champion

Dalam peran sebagai Employee Champion harus bisa meningkatkan komitmen dan kontribusi tenaga kerja untuk mencapai keberhasilan organisasi serta menjadi pelindung tenaga kerja.

Beberapa hal yang harus dilakukan MSDM Indonesia sebagai Employee Champion  di era global, yaitu:

  1. MSDM harus aktif memahami kebutuhan tenaga kerja dan menjamin kebutuhan tersebut bisa terpenuhi baik kualitas maupun kuantitasnya.
  2. MSDM harus mampu melibatkan manajer lini dalam menciptakan kontribusi tenaga kerja dalam organisasi.
  3. MSDM harus membantu tenaga kerja untuk meningkatkan kontribusi dan komitmen yang dimiliki untuk bekerja dengan berkualitas.

Change Agent

Peran MSDM Indonesia dalam mentransformasi perubahan  menghadapi perubahan persaingan dengan membangun kapasitas organisasi agar mampu merespon perubahan serta harus bertanggung jawab untuk mendasin dan mengelola perubahan serta berperan sebagai katalisator/sponsor, fasilitastor dan demonstrator   Kompetensi Manajer/professional  SDM

Agar dapat memainkan peran  tersebut menurut Noe (1997) maka profesional MSDM dituntut untuk memiliki kompetensi  sebagai berikut :

  1. Business competence. Manajer SDM dalam mengambil kebijakan SDM terlebih dahulu harus memahami bisnis perusahaan dan mengetahui kemampuan finansial serta dapat mengkalkulasikan  cost dan beneftf tiap alternatif kebijakan SDM   tetapi juga dampak sosial dan etika akibat pelaksanaanya.
  2. Profesional and technical knowledge. Dalam pelaksanaan manajemen sumber daya manusia harus professional, memiliki pengetahuan teknikal seperti penempatan, pengembangan karyawan, penghargaan, desain organisasi dan komunikasi, penilaian kinerja sehingga pelaksanannya sesuai dengan yang diharapkan.
  3. Ability to manage change. Manajer SDM harus mempunyai kemampuan untuk mengelola perubahan sejak dari mendiagnosa permasalahan, implementasi dan evaluasi perubahan dengan kata lain manajer SDM harus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar sesuai dengan perubahan yang dilakukan.
  4. Integration competence. Manajer SDM harus dapat mengintegrasikan kompetensi tenaga kerja untuk dapat bekerja dengan berkualitas.

Jadi dalam menghadapi era globalisasi dengan persaingan yang semakin ketat, perusahaan harus dapat mengelola sumber daya manusia dengan baik  agar memiliki keunggulan kompetitif dengan  melakukan  perubahan peran MSDM, tidak hanya sebagai ahli administratif, tetapi juga sebagai mitra  strategis, Employee champion dan agen perubahan. Perubahan peran ini mengakibatkan strategi MSDM disesuaikan dengan strategi perusahaan dan manajer SDM harus mampu menyediakan SDM yang berkualitas agar tujuan perusahaan dapat tercapai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s