INISIASI TUTON UT: MSDM 2016

PROSES SELEKSI DAN WAWANCARA

MATERI INISIASI 4:

tuton-2016-ok

Apa yang dimaksud dengan seleksi Karyawan.
Merupakan proses dengannya sebuah perusahaan memilih dari sekelompok pelamar, orang atau orang-orang yang paling memenuhi kriteria seleksi untuk posisi yang tersedia berdasarkan kondisi yang ada pada saat ini. Seleksi adalah usaha pertama yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh karyawan yang kualifikasi dan kompeten yang akan menjabat serta mengerjakan semua pekerjaan pada perusahaan terkait.

Pengertian seleksi menurut para ahli:

  • Menurut Mondy (2008) Seleksi adalah proses memilih dari kelompok pelamar, orang yang paling sesuai untuk menempati posisi tertentu dan untuk organisasi.
  • Menurut Hasibuan (1998), seleksi adalah suatu kegiatan pemilihan dan penentuan pelamar yang akan diterima atau ditolak untuk menjadi karyawan perusahaan, yang didasarkan kepada spesifikasi tertentu dari setiap perusahan bersangkutan.

Didalam proses seleksi tujuan utama perusahaan adalah mendapatkan orang yang tepat untuk posisi/pekerjaan yang tepat sehingga kinerja perusahaan akan meningkat dan mampu menghadapi berbagai perubahan lingkungan internal maupun eksternal. Menurut Nitisemito (1996) tujuan dilaksanakan proses seleksi adalah untuk mendapatkan “the right man in the right place”. Mencocokkan orang yang tepat dengan pekerjaan yang tepat dan budaya organisasi adalah tujuan utama proses seleksi. Orang-orang/calon karyawan yang tidak diterima disuatu perusahaan bisa jadi karena overqualified (kelebihan kualifikasi) atau underqualified (kekurangan kualifikasi) atau si pelamar memenuhi syarat kualifikasi tetapi tidak sesuai dengan pekerjaan atau budaya organisasi (corporate culture) yang ada. Tidak selamanya orang yang tidak diterima di perusahaan tertentu dia kualifikasinya rendah, bisa jadi sebaliknya atau fakor x lainnya.

Beberapa tujuan lainnya dari seleksi karyawan adalah (1) menjamin perusahaan memiliki karyawan yang tepat untuk suatu jabatan/ pekerjaan, (2) memastikan keuntungan investasi SDM perusahaan, (3) mengevaluasi dalam mempekerjakan dan penempatan pelamar sesuai minat, (4) memperlakukan pelamar secara adil dan meminimalkan deskriminasi, dan (5) memperkecil munculnya tindakan buruk karyawan yang seharusnya tidak diterima.

Perbedaan utama perusahaan besar dan perusahaan kecil dalam proses seleksi terlihat bila terjadi kesalahan dalam proses yang dilakukan. Bagi perusahaan besar kesalahan tidak terlalu terlihat dampaknya, tetapi pada perusahaan kecil kesalahan proses seleksi bisa menghancurkan perusahaan terkait. Ketika kesalahan proses seleksi yang mendapatkan orang yang tidak kompeten akan menjadi masalah besar bagi perusahaan kecil. Perusahaan kecil tidak bisa menanggung kesalahan proses seleksi karyawan.

Proses seleksi yang digunakan perusahaan sangat variatif tergantung pada kondisi dan tujuan perusahaan itu sendiri. Secara umum proses seleksi yang biasa digunakan adalah seperti Gambar 1 berikut ini.

proses-seleksi-2-mondy-2008

Gambar 1. Proses Seleksi (Mondy, 2008)

Proses seleksi dalam gambar diatas dimulai dengan wawancara pendahuluan, berikutnya pelamar melengkapi formulir lamaran atau memberi resume. Setelah itu proses berlanjut dengan serangkaian tes seleksi, wawancara kerja serta saringan prakerja yang meliputi pemeriksaan latarbelakang dan referensi. Manajer yang merekrut karyawan terkait dapat menawarkan pekerjaan kepada pelamar yang lolos seleksi, setelah pemeriksaan kondisi kesehatannya lolos. Seorang pelamar bisa ditolak selama proses seleksi berlangsung, bila tahapan tertentu tidak terpenuhi. Semakin banyak alat penyaring semakin baik karena akan semakin besar peluang menghasilkan keputusan seleksi yang baik. Menurut Mondy (2008) keberhasilan proses seleksi melalui wawancara dan resume saja sebesar 14 %, dan melalui tes-tes kepribadian dan keterampilan mencapai 74%.
Setidaknya terdapat empat komponen dalam suatu proses seleksi, yaitu:

  1. Kuantitas (jumlah) tenaga kerja yang dibutuhkan,
  2. Standard kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan,
  3. Kualifikasi dari sejumlah calon tenaga kerja, dan
  4. Adanya kualifikasi yang menjadi dasar dalam seleksi: a) keahlian, b) pengalaman, c) umur, d)jenis kelamin, e) pendidikan, f) keadaan fisik, g) tampilan, h) bakat, i) tempramen, j) karakter, k) Kerja sama, l) Kejujuran, m) kedisplinan, dan n) inisiatif dan kreatif

Dari proses seleksi yang dilakukan, seleksi dapat dibedakan dalam 3 jenis seleksi, yaitu (1) Seleksi administratif, (2) Seleksi Tertulis, (3) Seleksi Tidak Tertulis. Sistem seleksi harus berasaskan efisiensi (uang, waktu dan tenaga) dan bertujuan untuk memperoleh karyawan yang terbaik dengan penempatannya yang tepat.

WAWANCARA
seleksi
Proses seleksi seringkali diawali dengan wawancara pendahuluan. Ini merupakan proses penyaringan awal, dengan tujuan untuk menyisihkan mereka yang jelas-jelas tidak memenuhi persyaratan-persyaratan posisi. Pada tahap ini, diajukan beberpa pertanyaan sederhana seperti apakah anda memiliki sertifikat CPA (certified public accountant) dan lain sebagainya sesuai penetapan syarat posisi yang harus dipenuhi oleh pelamar.

Wawancara pendahuluan bisa memberikan manfaat positif lainnya ke perusahaan, seperti mendapatkan orang yang tepat meskipun bukan pada posisi yang sedang ditawarkan. Seorang pewawancara handal akan mampu melihat kompetensi pelamar yang cocok pada bidang lain diperusahaan yang belum ditawarkan, dan pelamar bisa diarahkan pada posisi tersebut. Sebagai contoh meskipun pelamar terkait tidak cocok untuk posisi marketing yang ditawarkan perusahaan tetapi ia merupakan kandidat unggulan untuk posisi HRD. Cara ini akan memberikan efektifitas dan efisiensi dalam perekrutan dan seleksi.
Wawancara pendahuluan selain dalam bentuk tatap muka, dapat juga dilakukan dalam bentuk wawancara telepon dan rekaman wawancara. Wawancara telepon sangat bermanfaat bagi para manajer sibuk yang ingin memperkecil kumpulan pelamar saat wawancara tatap muka. Tujuan utama wawancara telepon adalah mengurangi waktu dan tenaga dalam proses perekrutan. Wawancara telepon cara paling murah, dan efisien yang bisa dilakukan untuk bertukar informasi dengan para pelamar dilokasi-lokasi yang jauh, tetapi belum tentu efektif.

Rekaman wawancara adalah metode alternative lain dalam proses seleksi yang dapat mengurangi biaya seleksi dalam beberapa situasi. Rekaman wawancara biasanya menggunakan jasa konsultan yang sudah berpengalaman dalam proses seleksi karyawan dan berada diberbagai Negara. Untuk mewawancarai pelamar yang berasal dari Thailand misalnya.. perusahaan yang ada di Indonesia bisa menggunakan jasa konsultan di Thailand dan sebaliknya. Untuk focus pada kebutuhan, biasanya format wawancara digunakan wawancara terstruktur yang dirancang oleh perusahaan atau konsultan yang disetujui perusahaan. Rekaman wawancara memiliki kekurangan tertentu yang tidak bisa menggantikan wawancara personal. Sebagaimana wawancara telepon, rekaman wawancara juga membuat perusahaan dapat memperluas jangkauan pencarian karyawan dan melibatkan lebih banyak orang dalam proses seleksi. (ATR,2016).

****

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s