Inspirasi Guru & Sahabats · Solusi Al-Quran · SWAT Action

Inspiring by Arsal Swat Action

BERBARISLAH!
————————-

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(Ash Shaf: 4)

Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya. Berperang berarti memberikan pembelaan dan pelakunya adalah pejuang. Siapa yang tak mau dibela? Siapa yang tak suka dengan pembela-pembelanya? Apalagi para pembela itu adalah pejuang, yang dalam kamus besar bahasa indonesia bermakna orang yang berusaha sepenuh kekuatan walau bahaya yang dihadapi. Prajurit, dalam bahasa lainnya. Siapa tak mau memiliki prajurit yang siap dengan sepenuh upaya dan asanya untuk membelanya?

Pejuang adalah aset berharga bagi sebuah entitas, peradaban dan bangsa. Pejuanglah yang akan menjaga, memperjuangkan dan memastikan kebaikan bagi entitas yang dibelanya. Pejuang adalah garda terdepan sekaligus benteng terakhir. Tentu menjadi keniscayaan jika pejuang itu disukai dan dicintai. Allah pun menyukai dan mencintai para pejuang.

Pejuang mempunyai loyalitas, dan loyalitas itu diberikan pada pimpinannya, sepenuhnya. Pun begitu, yang Allah sukai adalah pejuang yang berjuang di jalan-Nya dan di garis perjuangan-Nya. Memberikan loyalitas sepenuhnya.
Ala kulli hal, pejuang itu istimewa lebih istimewa dari siapapun.

لَّا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (diam, tidak ikut berjuang) saja padahal tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad (berjuang) di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad (berjuang) dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,
(An Nisa: 95)

فِي سَبِيلِه
Di jalan Allah dan dalam garis perjuangan yang Allah tetapkan. Pribadinya di jalan Allah, metodenya sesuai arahan Allah dan tujuannya pada Allah, bukan selain-Nya.

Lalu Allah mengatakan, صَفًّا yang maknanya adalah bershaff.
Shaff adalah barisan yang merujuk pada shalat berjamaah. Barisan yang rapih, lurus, teratur.

Rapih karena selaras dan harmoni. Satu gerakan. Saat berdiri maka semua berdiri, saat duduk maka semuanya duduk, dan saat sujud maka semuanya sujud. Tiada yang bergerak keluar dari keharmonian dan keselarasan. Semua satu, selaras, harmoni.

Lurus karena sejajar. Tiada yang lebih, satu dari yang lainnya. Tiada yang di depan kecuali imam, tiada yang di belakang kecuali sama, sejajar; kiri ke kanan, depan ke belakang. Lurus tak berbelok apalagi bengkok. Belok itu base on keinginan yang muncul untuk belok, dan bengkok itu kondisi yang sudah ada, bawaan, sudah dari sananya kata sebagian orang.

Teratur karena semua barisan mengerti dan memahami benar tugas, hak dan kewajibannya. Tiada kewajiban yang ditinggalkan, tiada hak yang tak diambil dan tiada tugas yang terbengkalai. Muadzin melakukan tugasnya beradzan; ditempatnya dan pada waktunya. Imam berdiri di depan dan makmum berdiri di belakang. Imam bergerak lebih dulu sementara makmum mengikuti. Tidak boleh makmum bergerak mendahului imam. Bahkan mekanisme pergantian pun dipahami dan dijalani secara sempurna. Jika imam batal wudhunya, maka makmum yang berdiri persis di belakangnyalah yang akan maju menggantikan posisi imam. Jika ada makmu yang batal wudhunya, maka makmum yang di belakngnya akan maju mengisi tempat kosong yang ditinggalkan si makmum yang batal. Pun begitu juga yang di belakngnya lagi hingga sampai barisan paling belakang. Teratur; jelas tugasnya, jelas SOP nya, jelas juklak dan juknisnya.

Semua kerapihan, lurus dan teratur itu di bingkai dalam berjamaah. Barisan berjamaah, itulah shaff. Barisan yang berpemimpin, bukan sekedar kerumunan yang bergerombol.

كَأَنَّهُمْ بُنْيَان
Bagai bangunan.

Begitu Allah melanjutkan, sebagai sebuah permisalan atas barisan yang dibangun dan dibentuk. Bangunan dengan segala bentukannya, fungsinya dan filosofinya.

Bangunan setidaknya memiliki tiga hal penting:
– Designed (dirancang),
– Arranged (diatur)
– Constructed (disusun)

Bangunan itu “Designed”, maknanya bahwa bangunan itu didahului dengan perancangan dan ada maket yang menjadi visualisasi dari miniatur bangunan. Dirancang hingga bagus bentuknya, cantik tampaknya dan nyaman rasanya. Membuat si pemilik senang tapi sekaligus membuat orang lain terkagum melihatnya.

Begitulah barisan orang beriman seharusnya. Dirancang dalam arti direncanakan, disiapkan dan dimatangkan.

Bangunan itu di “Arranged” dalam makna diatur. Berapa banyak pilar yang diperlukan. Berapa dalam pilar itu ditancapkan. Berapa ruangan yang akan dibuat. Berapa banyak jendela dan di mana saja jendela itu diletakkan. Berapa buah pintu yang diadakan dan berapa besar ukurannya. Bagaimana interiornya, bagaimana pemisah antara area privat dan sosial sehingga fungsi rumah sebagai “aurat” dapat dipenuhi tanpa mengurangi keterbukaan dan kehangatan bagi tetamu. Berapa daya listrik yang diperlukan sehingga fungsi penerangan optimal dan perangkat lain penunjang kehidupan pun dapat bekerja. Itulah bangunan yang teratur sekaligus tertata. Jika designed membuat bangunan bagus, cantik dan nyaman, maka arranged membuat bangunan rapi dan tertata.

Jika barisan, maka arranged membuat barisan berderap sama, melangkah sama dan kecepatan sama. Jika pasukan, maka arranged membuat pasukan pemanah berada di belakang sebagai pelindung, pasukan tombak di tengah sebagai penguat, pasukan pedang di depan sebagai penghancur dan pasukan berkuda di awal sebagai pembuka jalan.

Begitulah barisan orang beriman seharusnya. Diatur dan ditata hingga kamil dan mutakamil.

Namun bangunan itu juga “Constructed”, dalam makna disiapkan seluruh toolsnya, perlengkapannya dan bahan bakunya baru kemudian disusun; piece per piece, bagian demi bagian. Bagaimana membangun pilar jika tiada besi, batu, semen dan pasir? Bagaimana memasang atap jika tiada rangka dan gentengnya.

Jika diibaratkan barisan, maka constracted adalah menyiapkan semua sumber daya; manusianya, fasilitasnya, teknologinya, dan perangkat lainnya.
Manusianya dididik, dibina, dibangun: hatinya, mentalnya, pikirannya, fisiknya. Baru kemudian disusun sesuai kapasitasnya masing-masing. Ibarat tim sepak bola; ada striker tapi ada penjaga gawang; ada play maker tapi ada libero. Ada gelandang tapi jangan lupa pertahanan.

Organisasi dan wadahnya disiapkan. Teknologinya diciptakan dan dikembangkan. Fasilitasnya dilengkapi dan disempurnakan.

Begitulah seharusnya barisan orang yang beriman. Disusun dan dibangun. Bukan cuma diwacanakan atau pasrah apa adanya, tapi disempurnakan.

Lalu Allah menutup ayatnya dengan kalimat,

مَرْصُوصٌ
padat, solid, kokoh

Begitulah keterangan keadaan dari barisan yang Allah maksud: kokoh dan kuat karena kesolidan dan kepejalan unsurnya.

Bukan sekedar disusun atau dibangun, tapi tersusun kokoh dan kuat; strong and persist, commit and consistent.

Jika diibaratkan bangunan, maka struktur bangunannya solid dan tidak rapuh. Karena campuran antara batu, semen dan pasirnya proporsional. Rangka besinya pun mengikat sempurna dan kuat. Hingga pilarnya menjadi pilar yang kuat menegakkan, dindingnya erat mengikat dan pondasinya teguh menahan. Jangankan getaran, gempapun tak mampu merobohkannya.

Bak barisan pasukan;
Pemanahnya yang terbaik dan terakurat. Busurnya memiliki kelenturan yang tinggi dan kuat hingga mampu melontarkan anak panah secara maksimal. Anak panahnya kuat hingga tak mudah patah dan mampu meminimalkan gesekan dengan angin hingga dapat melesat jauh.

Infanterinya yang terkuat dan tergigih. Pedangnya yang paling tajam dan dibuat dari baja terbaik hingga tak patah.
Tombaknya runcing dan kuat kala menghujam. Aerodinamis bentuknya hingga mampu menembus angin dan terlontar sejauh-jauhnya.

Kavalerinya yang termahir dan terlincah. Kudanya yang terbaik dan tercepat, kuat berdiri dan keras menendang.

Begitulah barisan orang-orang yang beriman semestinya. Kokoh, kuat, solid, tak terkalahkan.

Maka, B E R B A R I S L A H !

Dan Allah akan memuliakan kita dengan kemenangan atau kesyahidan.
Hoping to always inspire,
Arsalsjah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s