Inspirasi Guru & Sahabats

Inspiring by Arsal

ust ArsalsjahKuatnya Bersama-MU

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
(Al Baqarah: 153)

كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar”.
(Al Baqarah: 249)

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
(Al Anfal: 46)

Ada dua kata kunci dalam ayat-ayat di atas; مَعَ (bersama) dan الصَّابِرِينَ (orang-orang yang sabar)

Bersabarlah, maka Allah akan membersamaimu. Walau di ayat lain Allah pun menunjukan kebersamaan-Nya dengan orang-orang yang bertakwa, seperti dalam ayat berikut,

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa (at Taubah: 123)

Ini menunjukkan keistimewaan orang yang sabar dan orang yang bertakwa di hadapan Allah SWT, sekaligus menunjukkan kecintaan Allah pada mereka, karena tidak mungkin dibersamai jika tiada cinta.

Namun ada kata kunci lain yang membingkai keduanya (orang yang takwa dan sabar) yaitu kata مَعَ (bersama). Ada apa dengan kata bersama? Apa maksudnya Allah bersama mereka?

Ibnu Qoyyim al Jauziyah, salah seorang ulama yang diakui kefaqihannya dalam agama, mengatakan bahwa, kata مَعَ (bersama) di dalam Alquran bermakna tiga hal, Allah akan:
1. Menjaga,
2. Melindungi, dan
3. Menolong

Saudaraku,
– Allah akan menjaga, sebagaimana Dia menjaga kaum muslimin dari persekutuan jahat quraisy dan yahudi bani quraidhah yang tinggal di madinah dalam perang khandak. Saat quraisy sudah tiba di muka madinah bersama sekutunya yang banyak dari Bani Ghatafan, Fuzarah dan Murrah tapi mereka terhalang oleh parit yang sulit dilalui, saat itulah mereka mengatur siasat. Quraisy mengutus orang untuk memyusup masuk kota madinah, menemui yahudi bani quraidhah. Membuat janji bertemu di satu tempat di belakang kota madinah dan membuat permufakatan jahat untuk menghancurkan kaum muslimin. Quraidhah merusak dari dalam kota madinah sementara quraisy akan menyerang dari luar, hingga terjepitlah kaum muslimin nantinya. Ada musuh di luar kota tapi ada musuh (dalam selimut) juga di dalam kota. Rencana sudah dibuat, kesepakatan sudah disetujui. Sampai kemudian Allah selipkan hidayah-Nya pada salah satu anggota pasukan quraisy, Nu’aim bin Mas’ud namanya. Nu’aim menyusup ke kota madinah, menemui rasul saw dan menyatakan keislamannya. Tak hanya itu, Nu’aim pun berkata, “Perintahkan sesuatu padaku, ya rasulullah”. Dia menawarkan dirinya pada rasul saw untuk melakukan apapun yang diperintahkan rasul saw. Maka rasul memerintahkan Nu’aim untuk memecah pasukan musuh dengan siasat. Maka berangkatlah Nu’aim menuju bani Quraidhah. Membujuk mereka untuk tidak berperang bersama quraisy dan membatalkan kesepakatan yang sudah mereka buat. Pun begitu sebaliknya, Nu’aim mendatangi quraisy, membujuk mereka untuk tidak melibatkan quraidhah dalam pertempuran dan membatalkan kesepakatan yang mereka buat. Nu’aim berhasil menghasut keduanya bahkan menumbuhkan keraguan dan kecurigaan diantara quraisy dan quraidhah hingga muncullah kecurigaan itu dan rusaklah kesepakatan diantara mereka. Kesepakatan dibatalkan, rencana berantakan sebelum dilaksanakan dan berpisahlah mereka. Saat itulah Allah menjaga kaum muslimin. Allah menjaga kaum muslimin dengan cara menghancurkan permufakatan jahat di antara quraisy dan quraidhah. Baru dalam tahap rencana, belum lagi terlaksana, Allah sudah menghancurkan rencana jahat mereka hingga mereka tercerai berai. Begitulah cara Allah menjaga. Allah menjaga kaum muslimin hingga terhindar dari rencana jahat. Tak dibiarkan rencana itu berjalan dan menyentuh kaum muslimin.

Yaa hafidz…. Engkaulah sebaik-baik penjaga.

– Allah akan melindungi, sebagaimana Dia melindungi Nabi saw dan Abu Bakar ra. Di saat rumah rasul saw sudah dikepung oleh pemuda-pemuda dari berbagai kabilah dimekkah dengan berhunus pedang, siap untuk mengeksekusi sang Nabi. Bahkan iblis pun turun tangan dalam peristiwa ini. Hadir dengan menyerupai seorang pemuda, untuk memastikan rencana pembunuhan itu berjalan tuntas. Sampai kemudian Allah memberitahu sang Nabi tentang rencana yang sudah dan sedang dilaksanakan kaum quraisy tersebut, melalui malaikat-Nya, Jibril as. Tiada jalan keluar dari rumahnya walau hanya sebesar lubang semut kecuali akan diketahui oleh mereka yang sudah mengepung rumah nabi. Tiada cara kecuali ke luar dari pintu dan melewati para pengepung itu. Maka pilihan itulah yang dilakukan dengan segala resikonya. Hingga turunlah perlindungan dari Allah SWT,

وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
(Yasin: 9)

Allah jadikan dinding. Dalam makna lain “saddan” juga berarti bendungan, yaitu dinding tinggi yang mengelilingi sang Nabi dan sahabatnya, sehingga dinding itu menghalangi penglihatan orang-orang yang berjaga di luar. Nabi dan sahabatnya berlalu di depan mata mereka, tapi mereka tak melihatnya. Maka selamatlah nabi saw.

Rencana (makar) sudah dibuat, matang, nyaris sempurna, bahkan iblis ikut hadir memastikannya. Rencana (makar) pun sudah dilaksanakan secara baik, nyaris sempurna dan iblis pun hadir untuk memastikan. Tapi Allah melindungi nabi-Nya, dengan menunjukkan kehebatan rencana-Nya yang tak bisa ditandingi rencana siapapun. Maka kalahlah rencana yang dibuat kaum quraisy, gagal dengan kegagalan yang tak ada dalam rencana mereka. Indahnya Allah menggambarkan kehebatan rencana (makar)-Nya di dalam al qur’an.

وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.
(An Naml: 50)

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya (makar), dan Allah membalas tipu daya (makar) mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
(Ali ‘Imran: 54)

Lalu siapakah yang takkan selamat jika Allah sudah melindunginya?
Siapakah yang mampu mencelakai jika Allah sudah melindunginya?

Yaa Waliy…. Engkaulah sebaik-baik pelindung.

– Allah akan menolong, sebagaimana Dia menolong nabi saw dan kaum muslimin dalam pertempuran badar, dan menolong nabi saw dalam pertempuran uhud. Saat musuh membuat rencana penyerangan, mengatur siasat, mecari sekutu dan mengerahkan semua kekuatan. Saat tentara musuh berangkat menuju medan perang dengan seluruh kekuatannya. Saat mereka berhadap-hadapan dengan kaum muslimin sambil membusung dada. Saat kedua pasukan bertemu, berbenturan, dan perang pecah.
Saat kibasan pedang, lesakan anak panah dan tusukan tombak melukai kaum muslimin.
Saat tubuh terkoyak, darah menyembur ke luar, tulang teriris ngilu. Saat khawatir menyelimuti, takut membuncah, sebagaimana Allah ceritakan dalam al anfal yang suci,

يُجَادِلُونَكَ فِي الْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنظُرُونَ

mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu).

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَن يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ

Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir,
(Al Anfal: 6 – 7)

Saat semua itu sudah terjadi, saat itulah Allah tidak sedang ingin menjaga hamba yang dicintai-Nya.
Allah tidak sedang ingin melindungi mereka yang ada di jalan-Nya.
Tapi saat itu, Allah sedang berkeinginan menolong para pembela dan penolong agama-Nya.

Hingga Dia berfirman dengan segala ke-Agungan-Nya,

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”.

وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Al Anfal: 9 – 10)

Bahkan Allah semakin menegaskan pertolongan-Nya secara rinci dan detil sekali, sebagaimana Dia menyebutkan,

إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ

(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.
(Al Anfal: 12)

Dalam kisah lain juga digambarkan bagaimana Allah menolong nabi yang paling dikasihinya, Muhammad saw, dalam Pertempuran Uhud.

Saat pasukan muslimin dibuat kocar-kacir setelah dihantam dari belakang, hingga terjepit, karena disibukkan oleh pampasan perang. Saat pasukan muslimin dipukul mundur dan tercerai-berai. Saat mereka terpisah dari nabinya. Saat mereka khawatir dengan keselamatan nabinya. Disaat itu, sang nabi saw berada di tempat lain yang terpisah dari para sahabatnya. Disaat itu beliau hanya ditemani oleh 10 orang anshor dan 1 orang muhajir. Disaat itu, musuh sudah mengelilingi mereka dalam jumlah yang tak sebanding, dengan mata tajam penuh semangat membunuh. Di saat itu, 11 sahabatnya berusaha melindungi sang nabi dan melakukan perlawanan terbaiknya. Di saat itu sang nabi sudah terluka, lemah, dan darah mengucur dari wajahnya. Di saat itu 10 sahabat anshor sudah syahid terbunuh dan 1 sahabat muhajirin sudah tak sadarkan diri beraimbah darah yang menggenangi tubuhnya. Di saat itu, musuh yang banyak sudah siap membunuh Sang Nabi saw. Di saat itulah, Allah menolong nabi-Nya, dengan sebaik-baik pertolongan. Disaat itulah Allah memerintahkan malaikat-Nya, Jibril as dan Mikail as, untuk menolong nabi yang dicintai-Nya. Dalam sekejap, kedua panglima malaikat itu telah berada di hadapan rasul saw. Dalam sekejap, kedua panglima malaikat itu menghabisi musuh yang jumlahnya banyak, yang saat itu sedang bersiap menancapkan pedang-pedangnya pada rasul saw. Dalam sekejap, tumbanglah mereka semua, dan dalam sekejap selamatlah rasul saw. Lalu Allah menutup pertempuran uhud itu dengan ayat-Nya yang sangat mengguncang jiwa,

الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِن بَعْدِ مَا أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا أَجْرٌ عَظِيمٌ

(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.

فَانقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
(Ali ‘Imran: 172 – 174)

Begitulah jika Allah ingin menolong hamba-Nya bahkan memuliakan hamba-Nya dengan pertolongan-Nya itu.

وَيُرِيدُ اللَّهُ أَن يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ

dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir,
(Al Anfal: 7)

لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.
(Al Anfal: 8)

Yaa ‘Aziz….Engkau yang Maha Menang dan Tak Bisa Dikalahkan, Engkaulah sebaik-baik penolong.

Saudaraku,
Adakalanya Allah akan menjaga hamba-Nya yang dicintai-Nya.
Tapi ada saatnya Allah ingin melindungi mereka yang berjuang di Jalan-Nya.
Namun ada juga saatnya Allah ingin menolong para pembela dan penolong agama-Nya.

Saat Allah menjaga kita, saat itulah Allah ingin memudahkan kita, Sehingga kita bersyukur atas kemudahan itu.
Saat Allah melindungi kita, saat itulah Allah ingin menyelamatkan kita, sehingga kita sadar bahwa ada kekuatan yang takkan membiarkan kita dicelakai. Maka dengannya kita tak pernah ragu untuk berjalan.
Saat Allah menolong kita, saat itulah Allah ingin memenangkan kita, memberikan kejayaan pada kita, dan meninggikan kita di atas ummat lainnya.

Saudaraku,
Semuanya Allah berikan pada orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang sabar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
(Al Baqarah: 153)

، واعلم أن النصر مع الصبر، وأن الفرج مع الكرب، وأن مع العسر يسراً

Dan ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran. Jalan keluar itu bersama penderitaan. Dan kesulitan itu disertai kemudahan.
(HR: Tirmidzi)

Saudaraku,
Mudah bagi Allah memenangkan dan menjayakanmu. Cukup bertakwa dan bersabarlah, niscaya Allah akan bersamamu; Dia kan menjagamu, melindungimu dan menolongmu.
Dan kamu akan menjadi kuat.

Lalu, apalagi yang bisa melemahkanmu?
Hoping to always inspire,
Arsalsjah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s