Hikmah · Motivasi

Menuntut Ilmu

Suatu hari saya bertemu dengan guru profesional saya.. saling menyapa dan mengobrol kesibukan masing2 karena lama tidak bersua.

Hal yang mengejutkan saya saat beliau berkomentar atas jawaban saya ttg kesibukan saya selain aktifitas training dan menulis. Saya bercerita bahwa saat ini saya sedang kuliah melanjutkan S3 . Nah.. sy terkejut saat beliau berkomentar ‘ngapain trainer kuliah lagi’.. trainer cukup s2 saja maksimal. Sy agak bingung dan bergumam o.. begitu ya mas! Kenapa? Kenapa seorang trainer tdk boleh kuliah S3 pikir saya.

Kesempatan lain karena penasaran sy bertanya lebih serius ‘mas bbrp waktu lalu pernah bilang, kalo kita trainer tidak boleh S3! Logikanya bagaimana ya?  Beliau bilang.. ‘biar kamu ngetop dan mendunia.. kamu harus ciptakan panggung kamu sendiri sebagai seorang trainer’.  Iya saya setuju tetapi kenapa tidak perlu S3?  Karena waktu kamu akan habis di bangku kuliah.. dan sulit bergerak u membangun kreatifitas kamu! O begitu… ehmmm

Menarik! Kata lain nya bahwa kuliah menghabiskan waktu dan membuntukan kreatifitas. Ehmmm benarkah? Karena waktu itu sy sdh mulai kuliah jadi tidak terpikir untuk berpikir ulang kuliah atau tidak? Sy terus bersekolah hingga pembicaraan tersebut sdh berlalu 2.5 tahun.. dan kondisi saya hari ini siap u ujian tertutup… untuk kelulusan saya sebagai seorang Doktor bidang MSDM.

Pagi ini saat saya memulai menulis perbaikan disertasi.. terngiang kembali pernyataan guru saya tersebut! Pertanyaan yg belum terjawab.. kembali terngiang. Benarkah kuliah S3 bagi trainer menghabiskan waktu dan membuntukan kreatifitas?  Saya simpulkan tidak demikian khususnya buat saya pribadi. Setiap kehidupan yg kita jalani butuh pilihan2 dan setiap pilihan memang ada biaya yang harus kita bayar. Dulu ayah sy pernah menasehati.. ‘Agam (panggilan sy waktu kecil) sekolah itu bukan untuk tujuan agar kamu bisa bekerja dengan penghasilan besar.. kalo memang itu tujuan kamu… tidak usah sekolah mulai sekarang kamu berdagang saja dan kelak 30 tahun ke depan pasti kamu sukses dan banyak uang’. Ingat ya Nak! Ayah habis2an mencari uang u sekolah kamu bukan untuk itu.. meski kita hari ini tdk memiliki uang banyak, tapi ingat kamu sekolah bukan untuk jabatan, uang atau untuk mudah mendapatkan kedudukan atau kekuasaan.. kamu sy sekolahkan bukan untuk tahta dan harta’…  baik ayah akan selalu saya ingat. InsyaAllah!.

Menuntut ilmu tidak ada hubungannya atau tidak boleh diniatkan to have.. seperti untuk  kemudahan, ketenaran, atau jabatan atau membuat profesi kita lebih wah.. lebih dihargai orang dan to have yang lain.  Mari coba kita renungkan dan kembali pada garis arah kehidupan yang diberkahi oleh sang Maha kehidupan.. jika tidak maka betul waktu bertahun2 akan sia2 tanpa menghasilkan buah bernilai dan bermanfaat u epos dan sedekah yg tidak terputus pahalanya.

Kuliah adalah sarana manusia untuk menuntut ilmu apapun stratanya.. karena ini sarana maka untuk memperoleh ilmunya kita harus membetulkan dulu niat, values dan belief system kita sebagai prinsip atau akar sukses.  Sesungguhnya ilmu itu dihujamkan Allah dalam hati seseorang… maka hati yg dekat dengan Allah adalah hati yg bersih.. hati yang bersemayam ketidak riyaan, tidak bakhil dan tidak tercela. Hati yang terbuka terbebas dari belenggu rendah diri, amarah, sombong, iri.. berpikir negatif.. hati yg lepas dari membran hitam.. hati seperti inilah yang cahaya Allah masuk dan diberkahi. InsyaAllah ilmunya juga akan berkah dan bermanfaat sebagai sedekah dan ladang pahala yg tidak terputus. Waallahu’alam (ATR-730.010316)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s