Inspirasi Guru & Sahabats

Inpirasi Pagi by ust Arsal

Retorika untuk Homoseks

ust ArsalsjahMereka bilang, “Berikan toleransi pada kami (minoritas).”
Mereka pun bilang, “Berikan, hormati dan hargai hak-hak kami.”

Maka saya ingin berkata,
“Kami berikan toleransi pada kalian dengan kami tidak mengganggu kalian. Tapi sudahkah kalian bertoleransi pada kami dengan tidak mengganggu kami?
Jika kalian yang minoritas saja boleh menuntut toleransi, maka apalah lagi kami yang mayoritas?
Bagaimana mungkin yang kecil dan sedikit ingin tidak diganggu, sementara dia mengganggu yang besar dan banyak?
Jika kalian saja bisa meradang saat menuntut toleransi padahal toleransi itu sudah diberikan, apakah kami harus diam saat kalian tdk bertoleransi pada kami dengan mengganggu kami?
Mengganggu tata nilai kami, kenyamanan kami, “keselamatan” kami dan anak keturunan kami?”

“Kami berikan dan kami hormati hak-hak kalian. Hak sebagai manusia (makhluk tuhan), hak hidup dan mencari penghidupan. Tapi sudahkah kalian memberikan dan menghormati hak kami? Hak atas keselamatan moralitas kami, anak cucu kami dan hak kemayoritasan kami? Bukankah demokrasi itu bermakna keterwakilan? Maka mayoritas menunjukkan besarnya keterwakilan. Dan besarnya keterwakilan menandakan besarnya otoritas? Sudahkah kalian memberikan dan menghormati otoritas kami?
Bahkan kami memberikan kasih sayang pada kalian dengan cara mencoba membantu kalian kembali pada jati diri kemanusiaan kalian. Kembali pada nilai-nilai budaya bangsa kalian. Kembali pada nilai-nilai moralitas bangsa kalian. Lebih dari itu, kembali pada nilai-nilai agama kalian. Itulah wujud cinta kami.”

“Dimanakah cinta kalian? Justru kebencian yang kalian tebarkan. Kalian melakukan promosi bahkan propaganda untuk merusak tata nilai, budaya, moral dan agama kami. Bukankah itu bukti kebencian kalian? Lantas kalian mau menuntut diterima dan dicintai?”

“Tidak akan dicintai orang yang tak mencintai.”

“Tidakkah kalian sadar dengan semua kesalahan kalian itu? Selain kesalahan perilaku kalian dari sudut apapun; sosial, budaya dan moral bangsa ini, apalagi agama?
Sadarkah kalian akan hal itu? Kalian sedang menginjak-injak bahkan berusaha menghancurkannya. Lalu haruskah kami diam dan membiarkan kalian melakukan itu semua?
Tidak..takkan pernah….
Kami sangat mencintai bangsa kami, moralitas kami, anak cucu kami. Terlebih lagi, kami sangat mencintai agama kami.
Jadi, cobalah kalian renungi sebelum kalian sesali.”

Hoping to always inspire,
Anak bangsa yang mencintai bangsanya.
Arsalsjah
00.27 WIB

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s