Personality

MENANGANI KEUNIKAN ANAK, BERBASIS PUMPING PERSONALITY

main air barengAda dua peristiwa penting yang membuat saya tertarik dan semakin menguatkan saya dalam menangani keunikan anak dengan memahami motivasi dan perilaku dasar mereka.  Pertama, pengalaman saya sekitar tahun 2001,  sebuah peristiwa yang terjadi dengan anak perempuan saya yang berusia 2 tahun pada saat itu.  Suatu pagi sang anak menemani saya sarapan saat hendak berangkat kerja.  Pada saat dimeja makan saya hendak memakan roti tawar dengan cara mengambil dari bungkusan dan  langsung memakannya, sang anak protes. Katanya “Ayah bukan seperti itu cara makan rotinya”. Begini, dia lanjutkan sambil meminta roti yang saya pegang, kemudian dia meletakkan diatas piring kecil dan mulai mengoles menteganya, ayah mau rasa apa? Tanyanya. ‘Apa saja terserah kakak’, kata saya sambil senyum-senyum disamping bundanya yang dari tadi juga tersenyum melihat anak perempuannya itu.  Tiba-tiba sambil dia mengoles strawberry kesukaannya, dia berkata ‘Ayah lain kali tidak boleh bilang terserah, kan yang makan ayah’.  Ayah harus mengatakan yang ayah mau.    Banyak sekali peristiwa-peristiwa yang selanjutnya terjadi yang membuat saya sejak saat itu mulai tertarik tentang teori-teori perilaku dan banyak membaca buku-buku tentang kepribadian serta teknik memahami anak.

Kedua sekitar tahun 2003, peristiwa dimana istri saya yang berprofesi sebagai dosen sering mengeluh sulitnya menghadapi mahasiswa dikelas yang sangat beragam asal usul keluarganya maupun latarbelakang lingkungan sosial dan ekonominya.  Ada mahasiswa yang terlihat sangat mendominasi di kelas tetapi kalau ujian selalu nilainya tidak sesuai harapan. Ada yang nilainya sangat kecil tetapi ada juga yang besar, sebaliknya ada juga mahasiswa cenderung tenang dan mengalah tetapi mereka juga nilai ujiannya tidak seperti diharapkan. Menurut istri saya kelas seperti ini tidak sehat, ‘interval nilai sangat jauh sehingga kesenjangan nilai menjadi tinggi dan ini tidak baik untuk kelas yang saya inginkan’, keluh istri saya.  Padahal mereka ini adalah anak-anak terbaik di kelasnya pada masa SMA dulu.

Kedua peristiwa tersebut yang kemudian membuat saya yang pada saat itu sedang merintis profesi sebagai trainer mulai berpikir tentang perlunya memahami perilaku orang lain. Dalam hati saya mengatakan ‘sepertinya ini menarik dan akan menjadi keunggulan dan keunikan saya sebagai seorang trainer’.  Dengan berbekal bacaan-bacaan ilmu perilaku dan pelatihan-pelatihan yang telah saya ikuti  saya mulai meramu dan merancang tentang bagaimana guru/orangtua bisa mengajar dan mendidik anak-anaknya dengan memahami perilaku dan karakter mereka.    Dengan berbekal kasus-kasus yang selalu saya dapatkan dari pengajaran yang dilakukan istri,  saya semakin yakin bahwa memahami keunikan anak merupakan fondasi dalam membina, mengarahkan dan mendidik mereka.  Pengajaran dan pendidikan akan efektif bila kita para guru, dosen maupun orangtua mampu memahami keunikan perilaku dan karakter belajar peserta didik/anak.  Untuk memetakan perilaku anak saya menggunakan teori Motivasi McClelland, teori personality Hippocrates dan buku kepribadian karya Buya Hamka.  Secara energy ada anak introvert, ada anak ektrovert.  Secara perilaku ada anak sanguinis, koleris, melankolis dan ada  juga anak dengan tipe phlegmatic.

Cara Anak Memperoleh Energi sebagai Sumber Motivasi

Dari hasil  analisa,  saya menyimpulkan bahwa anak perempuan saya tergolong anak tipe koleris dan melankolis yang kemudian sebagai hasil perpaduan ini saya menyebutnya sebagai perilaku tipe Koleris Sempurna.  Teknik memetakan ini saya ajarkan pada istri saya, yang kemudian digunakan untuk memetakan tipe energy dan perilaku mahasiswanya di kampus. Dengan bekal inilah kemudian istri saya mengajar mereka kembali, yang kemudian hasilnya meningkatkan produktifitas kelas.  Mahasiswa ‘senang’ dengan pengajaran tersebut. Kelas menjadi lebih hidup, focus dan kompak.  Bagaimana hasil pengajaran kamu terhadap nilai-nilai ujian mereka? Tanya saya satu hari pada istri.  ‘Alhamdulillah meningkat dan interval nilainya tidak terlalu jauh satu smaa lain’ katanya.  Kemudian saya menyimpulkan bahwa hasil pengajaran dengan teknik memahami motivasi dan perilaku mereka, juga memberi pengaruh baik pada peningkatan prestasi anak.

Bagaimana memahami keunikan mereka? Bayangkan kondisi terbaik anak! Amati perilaku mereka sehari-hari baik dirumah maupun disekolah. Telitilah secara detil hal yang paling mendorong anak mengikuti nasehat/pengajaran kita. Apakah anak kita termasuk orang yang antusias mengikutinya karena dipengaruhi faktor internal, atau faktor eksternal?  Untuk memperjelas energy mereka, bisa juga dilakukan dengan menanyakan hal-hal kecil pada sang anak. Misalnya, suatu saat saya bertanya pada anak perempuan saya. “Kakak kalau punya kesempatan ikut bersama ayah mendaki gunung atau ikut belanja ke mol sama bunda, kamu pilih mana nak”?  Dia dengan cepat menjawab ‘aku lebih suka ikut bunda ke mol’.  Maka energy anak perempuan saya adalah ektrovert. Tetapi dalam keseharian jika pulang sekolah dia lebih suka berdiam diri dikamar dibanding kumpul di ruang keluarga.  Dikamar dia lebih banyak belajar, menonton film atau sms-an sama teman2nya. Ini menunjukkan anak perempuan saya juga memiliki energy introvert. Maka dengan analisa mendalam saya memetakan dia sebagai anak yang memiliki energy alamiah perpaduan ektrovert dan introvert.

Anak introvert adalah anak yang memusatkan dirinya ke dunia dalam dirinya, pada ide-ide dan pengalamannya. Mereka mengarahkan energi dan perhatiannya ke dalam, dan memperoleh energinya dari pemikiran-pemikiran internalnya, perasaan-perasaannya, dan melalui refleksi. Sedangkan anak ekstrovert adalah anak yang memusatkan dirinya ke dunia luar, pada manusia dan lingkungannya. Mereka mengarahkan energi dan perhatiannya ke luar dan mendapatkan energinya dari kejadian-kejadian di sekelilingnya, dari pengalaman dan interaksi dengan orang lain.  Perilaku anak ektrovert cenderung ramah dan membutuhkan orang lain, sedangkan introvert menjauh, suka dengan kesendirian. Anak ektrovert lebih suka mempunyai banyak teman,  sedangkan anak introvert lebih nyaman dengan sedikit sahabat. Perilaku anak ekstrovert tampak ekspresif, sedangkan anak introvert cenderung pendiam. Bila memahami sesuatu, Anak ektrovert bersifat meluas dengan banyak pengetahuan, sedangkan anak introvert cenderung focus dan mendalami satu masalah.

Setelah tahu cara mereka mendapatkan energi, kita dapat memetakan mereka dalam perilaku tertentu: (1) Bila anak tergolong introvert, kemungkinan ia termasuk dalam perilaku dasar dengan tipe phlegmatis dan atau melankolis atau perpaduan keduanya. (2) Bila anak tergolong ekstrovert, kemungkinan ia termasuk dalam perilaku dasar dengan tipe sanguinis dan atau koleris atau perpaduan keduanya, (3) Bila anak berada pada proporsi keduanya secara berimbang, atau memiliki kecenderungan pada salah satu tetapi tidak mutlak, ia termasuk dalam potret diri master (sanguinis master, koleris master, phlegmatis master, melankolis master, atau master altruis).

Menangani Keunikan Berdasarkan Motivasi dan Perilaku Sosial Anak

Berdasarkan teknik diatas saya menggolongkan tipe anak perempuan  saya tergolong tipe ambivert-e dengan perilaku sosialnya koleris sempurna.  Anak perempuan saya memiliki perpaduan energy ekstrovert dan introvert yang disebut ambivert.  Sedangkan perilaku sosialnya adalah perpaduan tipe koleris dan melankolis.  Bagaimana menangani keunikan anak tipe ini?   Keunikan anak perempuan saya dengan tipe ambivert-e koleris sempurna (Ae KS) adalah orangnya memiliki target belajar yang tinggi dan cenderung ingin berhasil secara sempurna, sehingga dalam hal belajar terhadap anak pertama ini tidak menyulitkan.  Keunikan lain yang merupakan kelemahannya yang muncul dari inferior introvertnya adalah jika tersinggung atau tidak sesuai dengan keinginannya, dia mengalami tekanan (pressure) yang apabila diajak berbicara tidak pada waktu yang tepat akan menimbulkan masalah baru.

Anak dengan energy ambivert-e dalam aktifitasnya menampakkan perilaku sebagai hasil  perpaduan energy ektrovert dan introvert.  Ektrovert berfungsi sebagai tangan kanannya (dominan) dan introvert sebagai tangan kirinya (inferior).  Cara anak ambivert-e termotivasi biasanya didominasi oleh pengaruh lingkungan diluar dirinya, yang kemudian introvertnya sebagai tangan kiri akan berfungsi pada keputusan mendukung atau tidak terhadap pengaruh tersebut.  Jika tidak mendukung, maka anak ambivert-e mengalami konflik didalam diri nya yang cenderung membuat dia ‘diam’ atau ‘marah-marah’ atau menimbulkan suasana ‘galau’ atau ‘bete’ dalam dirinya.  Dengan perpaduan energy tersebut anak perempuan saya memiliki perilaku dengan tipe Koleris Sempurna.

Perilaku Koleris Sempurna merupakan perilaku anak dengan perpaduan koleris yang cenderung egois dengan melankolis yang cenderung perfeksionis dan taat aturan.  Anak yang berperilaku koleris sempurna dalam aktifitas sosialnya cenderung focus pada selera sendiri dengan tuntutan kesempurnaan.  Sehingga terkesan mengatur dan focus pada diri nya sendiri.  Anak ambivert-e dengan perilaku koleris sempurna akan beraktifitas social dengan melihat kondisi/lingkungan yang sesuai dengan seleranya, kemudian mendominasi kegiatan tersebut dan memasang target yang terbaik dan berjalan serta mengarahkan teman-temannya pada aturan-aturan yang telah disepakati,

Menangani anak seperti ini membutuhkan pendekatan yang cerdas dengan menjadi teman atau sahabatnya.  Bangun kepercayaan anak pada diri kita sebagai orangtua/gurunya, dan manfaatkan waktu-waktu terbaik saat dia membuka diri dan mau diajak bersama-sama dengan nasehat-nasehat terbaik.  Anak-anak dengan tipe ini membutuhkan dukungan mental yang selalu siap kalah, dan apabila menang dia tidak sombong.  Bangun tujuan dan arah hidup yang benar yang sesuai dengan karakternya, dan bantu dia mencapai nya dengan tetap menjaga agar dia rileks pada setiap peristiwa/aktifitas yang dilaluinya.

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s