Motivasi

INSPIRASI SANG RAJAWALI

rajawali1Sewaktu saya kecil saat masih SD kelas 4 s/d SMA, ayah saya sangat sering menasehati saya dengan contoh kehidupan burung rajawali. Dalam satu kesempatan saat saya sedih pulang sekolah karena sering diejek oleh teman-teman, Ayah saya berkata: Nak, ingat ya kamu ini adalah putra sang rajawali, kamu tidak boleh cengeng. Kamu bukan bangsa bebek nak… kamu adalah putra sang rajawali.

Karena seringnya saya mendapat petuah dengan sebutan bangsa bebek dan putra rajawali, satu hari saya coba bertanya lebih detil pada ayah. Ayah kenapa sih ayah selalu mengumpamakan nasehat-nasehat ayah dengan sebutan bangsa bebek dan putra sang rajawali, Apa istimewanya?  Ayah mulai serius bercerita.

Nak, coba kamu perhatikan antara rajawali dan bebek, keduanya punya bulukan? keduanya punya sayapkan? keduanya punya kakikan? lantas kenapa bebek ada ditanah sedangkan rajawali berada diatas angkasa?  itu kan memang takdirnya ayah, jawabku sekenanya. Tidak!! takdir terjadi dan dialami setelah setiap makhluk itu berikhtiar atas dirinya…

Nak! kamu ini adalah lahir sebagai bangsa rajawali… nenek kakek buyutnya adalah para pejuang yang tidak pernah menyerah pada kesulitan dan ujian… sampai menemukan apa yang diperjuangkan.  disinilah Nak, beda rajawali dan bebek.  bangsa bebek mudah menyerah… dia sering mengepakkan sayapnya untuk terbang tetapi dia dikalahkan oleh rasa takut tidak mampu terbang… sehingga dia memilih tanah sebagai tempat hidupnya.  Tidak dengan rajawali nak!   Bangsa rajawali adalah bangsa pejuang… ketika pertama kali belajar terbang… resikonya lebih besar dibanding bebek.. Rajawali oleh induknya dilepas dari udara.. dan jika ia tidak mengepakkan sayapnya sekuat-kuatnya maka ia jatuh diatas ketinggian 5 meter dan itu lebih sakit dari bebek yang belajar terbang dari tanah.

rajawali yang belajar terbang, seolah dia berkata pada dirinya “tempatku/tujuanku adalah angkasa, aku tidak perduli berapa kali terjatuh karena belajar terbang, yang aku pedulikan adalah bagaimana aku berada ditempat/tujuanku sebenarnya’!  itulah cara berpikir rajawali Nak! Ya Ayah… aku mau jadi rajawali kata ku saat berusia 10 tahun.

Ketika SMP saya mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari teman-teman yang selalu mengejek kondisi saya. Ini terjadi dalam berbagai kegiatan yang saya ikuti… saat itu saya pernah akan menyerah dengan berkata kepada Ayah, ” Ayah saya mau pulang ke Aceh saja, bersama kakek sekolah disana, kalo di Aceh saya enak.. orang-orang menghargai dan menghormati saya.  Disini selalu mendapat ejekan…  Ayah kembali menasehati dengan semangat rajawalinya. Nak! kamu hidup bukan untuk hari ini,,, tapi tujuan mu ada 30 tahun kedepan… karena hari ini harus kamu jalani sebagai ujian dan biaya yang harus kamu bayar menuju 30 tahun hidup mu kedepan… kamu masih ingat dengan pengorbanan rajawali yang selalu berjuang untuk terbang… karena dia ingin berada diangkasa sebagai tempat tujuannya… ya Ayah… karena itu jadikan semua ejekan, cemoohan adalah ujian untuk kamu hidup lebih baik dimasa yang akan datang. Kamu adalah rajawali Ayah, yang tidak mudah menyerah.. kamu pasti bisa … tujuanmu bersekolah adalah untuk mengambil hak mu di 30 tahun kedepan.. jangan menyerah dengan ejekan-ejekan.. yang penting siapkan bekalmu dengan belajar dan berprestasi.. InsyaAllah kamu akan jadi sang pemenang.. sang Rajawali yang perkasa!

terimakasih Ayah! saya ingin jadi rajawali yang perkasa yang fokus pada tujuan dan cita-cita. dan sejak saat itu saya tidak pernah lagi malu dan tersinggung kalo diejek teman-teman… bahkan saya untuk mendapatkan 30 tahun kehidupan impian “sang rajawali” rela dan berani berjualan mencari uang sendiri untuk membiayai sekolah yang akan membawa saya pada 30 tahun cita-cita terbaik. Alhamdulillah!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s