Jurnal Ilmiah

Pengembangan Strategi Peningkatan Kinerja Guru Besar

RINGKASAN Tesis:

AMIR TENGKU RAMLY. Pengembangan Strategi Peningkatan Kinerja Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dibimbing oleh M. SYAMSUL MAÁRIF dan ANGGRAINI SUKMAWATI.

kampus ipb bsMenuju Research Based University (RBU), IPB disamping harus mempersiapkan SDM berkualitas juga membutuhkan pemahaman dasar tentang strategi prioritas mencapai kinerja terbaiknya. Dengan pemahaman strategi yang tepat terhadap kewajiban dan tugas-tugas guru besar dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, IPB akan mudah mencapai kinerja terbaik yang dimaksudkan. Kinerja guru besar akan sangat ditentukan oleh manajemen kinerja yang baik, dan manajemen kinerja yang efektif adalah manajemen kinerja yang fokus pada pencapaian kinerja melalui strategi-strategi manajemen yang strategik. Untuk memahami strategi yang tepat maka dibutuhkan model evaluasi kinerja yang berkualitas. Evaluasi kinerja yang baik tidak hanya digunakan untuk mengevaluasi kemampuan karyawan secara personal untuk kebutuhan kompensasi saja tetapi juga untuk meningkatkan kinerja pasca evaluasi melalui penerapan strategi yang tepat yang mampu memperbaiki kinerja sebelumnya. Untuk mendukung kinerja tersebut, IPB membutuhkan instrumen penilaian kinerja yang baik yang memberi pengaruh positif. Menurut Mangkuprawira (2011) penilaian kinerja merupakan proses yang dilakukan perusahaan dalam mengevaluasi kinerja pekerjaan seseorang.
Peran guru besar dalam mewujudkan visi IPB sangat penting, oleh karena itu maka kinerja guru besar akan sangat mempengaruhi keberhasilan peran tersebut. Kinerja guru besar akan sangat ditentukan oleh manajemen kinerja yang baik, dan manajemen kinerja yang efektif adalah manajemen kinerja yang fokus pada pencapaian kinerja melalui strategi-strategi manajemen yang strategik. Guru besar sebagai jabatan tertinggi didunia akademik memiliki daya tawar yang baik saat ini, sehingga semua dosen sangat menginginkan jabatan tersebut. Menurut Kemendikbud (2010) Guru Besar adalah jabatan fungsional dosen tertinggi yang memiliki otoritas keilmuan di bidangnya, tugas pokok dan kewajiban untuk melaksanakan tridarma Perguruan Tinggi secara profesional, utuh dan proporsional. Adapun rincian kegiatan guru besar menurut Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, adalah: (1) melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran pada program pendidikan sarjana/diploma, magister dan Doktor, (2) melaksanakan kegiatan penelitian pada program pendidikan sarjana/diploma, magister dan atau doktor, (3) melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka tridharma Perguruan Tinggi pada program pendidikan Sarjana/Diploma, Magister, Doktor atau dalam kegiatan lain yang menunjang tugas umum pemerintahan dan pembangunan.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) menganalisis model evaluasi kinerja yang diterapkan IPB terhadap kinerja dosen IPB dan (2) memformulasikan alternatif strategi yang paling memberikan pengaruh pada peningkatan kinerja guru besar IPB. Penelitian diharapkan bermanfaat: (1) sebagai dasar dan pertimbangan direktorat SDM IPB dalam menetapkan strategi Peningkatan kinerja SDM IPB dan (2) menjadi dasar dan pijakan bagi peneliti-peneliti lanjutan yang terkait dengan tema penelitian ini. Penelitian ini dibatasi oleh lingkup penelitian dengan lokasi IPB dan guru besar yang dimaksud adalah guru besar IPB. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model pendekatan struktur AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan software Expert Choice sebagai pendekatan untuk melihat struktur dan prioritas utama alternatif strategi. Data yang digunakan adalah data Primer dan data sekunder. Data primer merupakan hasil wawancara terhadap 11 pakar yang memiliki kapabilitas dalam manajemen kinerja dan pemahaman terhadap peran dan tugas guru besar. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur, jurnal, buku-buku, laporan dan modul-modul yang didapat dari direktorat SDM IPB. Penelitian dilaksanakan di IPB selama 6 bulan dari bulan Oktober 2012 sampai bulan maret 2013.
Hasil penelitian menunjukkan ada tiga alternatif strategi yang paling penting bagi peningkatan kinerja guru besar IPB yaitu: pengembangan kapasitas diri (0,255), kepemimpinan transformasional (0,185) dan budaya organisasi (0,182). Strategi pengembangan kapasitas diri menjadi prioritas paling utama bagi peningkatan kinerja guru besar IPB (24,6%), sedangkan kepemimpinan transformasional (18,8%) dan budaya organisasi (18,4%) merupakan prioritas selanjutnya yang secara sinergis dapat diterapkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang harus diimplementasikan sebagai bagian dari IKK (indikator Kinerja Kunci) dosen IPB khususnya dalam pengembangan SDM tenaga pendidik di lingkungan IPB. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru besar sangat dipengaruhi oleh aktor kadep (ketua departemen) dengan bobot nilai prioritas 0,352, dengan prioritas utama pada faktor pendidikan ( 0,503), dan indikator utama pada pengembangan bahan pengajaran (0,235) serta alternatif strategi utama pada pengembangan kapasitas diri (0,246). Pada faktor penelitian yang menjadi indikator utama adalah menulis jurnal yang dipublikasikan baik tingkat nasional maupun internasional (0,512) sedangkan pada faktor pengabdian yang menjadi indikator utama adalah menyebarluaskan temuan/karya/teknologi (0,307).
Implikasi manajerial yang dapat dilakukan IPB dalam pengembangan kapasitas diri guru besar dapat dilakukan melalui (1) pengembangan motivasi, percaya diri dan komitmen yang kuat, (2) pengembangan pengetahuan dan keterampilan bidang keilmuwan dan sosial networking dan (3) adanya akses dan sarana untuk publikasi hak paten/haki dan karya-karya guru besar lainnya. Pengembangan motivasi, percaya diri dan komitmen guru besar harus diarahkan untuk menjadi pribadi lebih extraversion, lebih openness to experience dan lebih conscientiousness, sedangkan pada pengembangan pengetahuan dan dan keterampilan bidang keilmuwan dan sosial networking, guru besar IPB diarahkan menjadi guru besar generalis dengan basis spesialis, yakni sosok guru besar berwawasan dan berpikir global dengan basis sebagai ilmuwan spesialis. Dalam kepemimpinan IPB harus menerapkan gaya kepemimpinan transformasional melalui pengembangan perilaku (1) inspirational motivation, dan (2) intellectual stimulation. Sedangkan dalam penerapan budaya organisasi, IPB perlu memperioritaskan budaya perilaku (1) pengembangan sikap tanggungjawab, (2) komitmen, (3) senang bekerjasama dan mengedepankan keunggulan akademik.

Kata Kunci: analisa struktur AHP, guru besar IPB, kinerja, strategi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s